*Aku Sudah Lama Sekali Memperhatikan Dirimu*
Jame diam-diam menyukai seorang teman sekolah perempuannya. Dia memutuskan mengirim sepucuk surat kaleng lebih dulu.
"Bagaimana reaksinya?" tanya teman karibnya.
Jame: "Nampaknya dia sangat terharu."
"Kalau begitu sangat baik! Kemudian bagaimana?" tanya teman karibnya lebih lanjut.
Jame: "Kemudian dia melaporkan kejadian ini kepada polisi."
"Lho, kok begitu, apa yang telah terjadi?"
"Soalnya begini, surat kaleng tersebut kutulis dengan huruf cetak yang kugunting dari koran dan kutempelkan satu per satu di atas kertas putih, isinya kira-kira: "Aku sudah lama sekali memperhatikan dirimu..."
*Tidak Mau Kehilangan Kesempatan Nonton Bola*
Dokter gigi berkata kepada pasiennya: "Bisa bantu saya Pak, coba Bapak berteriak beberapa kali dengan suara yang keras sekali, layaknya sedang menjerit-jerit kesakitan, suaranya terdengar lebih memilukan lebih baik."
Pasien: "Mengapa Dok? Pada hal kali ini aku tak merasa sakit!"
Dokter gigi: "Di ruang tunggu sekarang masih terdapat banyak pasien, sedangkan aku tak mau kehilangan kesempatan menonton pertandingan sepak bola pada jam 4 nanti."
*Kentut dan Bahasa Inggris*
Udin : "Pak, apa sih bahasa inggrisnya kentut?"
Guru : "Wind of change."
Udin : "Kentut yang tidak bunyi?"
Guru : "Sound of silence."
Udin : "Kentut yang ada ampasnya?"
Guru : "Dust in the wind."
Udin : "Kentut yang gak disengaja?"
Guru : "Careless whisper."
Udin : "Kentut yang terhimpit?"
Guru : "Please release me."
Udin : "Kentut yang bau banget?"
Guru : "Killing me softly..."
Udin : "Kalau kentut beracun?"
Guru : "Don't speak..."
Udin : "Kentut malam hari?"
Guru : "Wonderfull tonight."
Udin : "Orang yang sering kentut?"
Guru : "Someone like you."
*Nike dan Bapaknya*
Pada suatu hari, Nike dan Bapaknya sama-sama pergi mengunjungi nenek. Di atas gerbong kereta api, Nike sebentar-sebentar menjulurkan kepalanya ke luar jendela.
Bapak yang sedang duduk di sebelahnya berkata dengan serius: "Nike, ayo duduk dengan tenang, jangan menjulurkan kepalamu ke luar jendela!" Tetapi Nike sedikitpun tak menghiraukannya, ia tetap menjulurkan kepalanya ke luar.
Maka itu Bapaknya dengan cepat menanggalkan kopi Nike dan dengan cepat pula menyembunyikannya di belakang badannya, kemudian ia berkata: "Kamu lihat sendiri, topimu telah lepas ditiup angin."
Nike tiba-tiba menangis ketakutan, ia berusaha mencari topinya kembali.
Bapaknya berkata: "Yo, coba bersiul, mendengar siulanmu, topimu mungkin bisa kembali lagi ke kepalamu." Nike mendekati jendela dan mulai bersiul, Bapaknya dengan gerakan yang sangat cepat dan jitu menaruh kembali topi itu ke atas kepala Nike.
"O, alangkah ajaibnya!" teriak Nike sambil tertawa terpingkal-pingkal, ia nampak bukan main senangnya. Tiba-tiba ia membalikkan badan dan dengan gerak langkah yang sangat cepat mencabut dan melempar topi Bapaknya ke luar jendela.
"Sekarang tiba giliran Bapak, yo bersiul Pak, topi Bapak mungkin juga bisa kembali." kata Nike dengan senangnya.
*Menjadi Model untuk Hasil Karya Lukisan Cucunya*
Salah seorang cucu perempuannya yang baru berumur 7 tahun sedang melukis di ruang tamu rumahnya, dia tiba-tiba berkata kepada kakek yang sedang berada di sampingnya:
"Embah, bolehkah Embah berperan sebagai seorang model sebentar? Aku hendak membuat sebuah lukisan potret.
Sang kakek segera menyetujuinya dan dengan serta merta menunjukkansikap kerjasama. Tak lama kemudian, cucu perempuan tersebut telah selesai melukisnya.
Kakek dengan senang hati berkata kepadanya: "O, cucuku sayang! Bawalah lukisanmu itu kemari, aku ingin melihat hasil lukisanmu itu mirip dengan kakek tidak?"
Sambil menggeleng-gelengkan kepala, cucu perempuan tersebut berkata: "Ah, nggak perlu kutunjukkan kepada Embah, karena aku sebenarnya hanya melukis sebutir telur itik dengan mencontoh bentuk kepala Embah!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar